Kajian Islam (Faithfreedom Watch Edition)


Ada suatu klaim bahwa Waraqah bin Naufal adalah guru nabi SAW. Tulisan berikut mencoba mengurai tentang hal ini:

Siapakah Waraqah?
Apakah Waraqah seorang nasrani bidat yang mengajarkan ajaran nasrani bidat, yaitu Yesus adalah hamba Allah dan bukan Tuhan, kepada nabi Muhammad? Tidak ada bukti bahwa waraqah adalah seorang nasrani bidat. Dan tuduhan harus berdasarkan bukti, jangan asal tuduh. Asumsi tanpa bukti menjadi argumen lemah dalam sesi perdebatan.


Waraqah meninggal sebelum ajaran Islam dikenalkan (disebarkan) oleh nabi SAW
. Dengan demikian, jika Waraqah tetap pada keimanan lurus pada ajaran agamanya (yaitu ajaran Yesus) sebelum didakwahkannya ajaran Islam secara resmi kepada umat manusia oleh nabi SAW (belum turun perintah dari Allah SWT tentang hal ini), maka Waraqah akan meninggal sebagai seorang mukmin dari golongan nasrani. Demikian juga dengan pendeta Buhaira akan meninggal sebagai mukmin dari golongan nasrani (tercatat sebagai pengikut nabi Isa). Karena itu pernyataan yang menyatakan bahwa Waraqah meninggal sebagai seorang kafir (karena tidak memeluk Islam) akan tetapi kemudian masuk surga, lalu ada yang menganggap bahwa Muhammad SAW hanya mengarang-ngarang cerita soal masuknya Waraqah ke dalam surga adalah suatu pernyataan bodoh dan menunjukkan ketidakpahaman/kejahilan akan konsep keimanan dan kenabian.

Intinya semua orang yang meninggal sebelum disebarkannya ajaran Islam, selama dia beriman pada masing-masing agama yang dibawa oleh masing-masing nabinya, maka dia akan meninggal sebagai mukmin dalam ajaran agamanya masing-masing. Akan tetapi setiap orang beragama, sesudah diperintahkan agama Islam untuk disebarkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW, akan tetapi menolak untuk masuk ke dalam agama Islam berarti orang tersebut tercatat sebagai orang kafir. Mengapa demikian? hal ini karena Allah SWT telah mewahyukan kepada setiap nabi sebelum Muhammad akan kedatangan nabi SAW dalam kitab-kitab mereka sendiri (yang kemudian diubah-ubah oleh pemeluknya sendiri sehingga hilang keterangan tentang kedatangan Al Islam dalam kitab mereka). Jadi bagi pemeluk nasrani, pemeluk Yahudi, pemeluk Budha dan lain-lain, jika agama Islam sudah resmi disebarkan, maka sewajibnya orang tersebut memeluk Islam dan hukum yang lama menjadi kadaluarsa (karena sudah dinubuatkan demikian dalam kitab mereka masing-masing tentang kedatangan Muhammad dan ajaran Islam).

Kemudian kejahilan kedua para pengritik Islam adalah menunjuk kalimat bahwa Waraqah biasa menulis alkitab dalam bahasa ibrani, kemudian Siti Khadijah sedang berkomentar (bercerita) tentang peristiwa yang dialami Muhammad dan Waraqah yang menyebutnya sebagai peristiwa yang sama yang pernah dialami Musa as akhirnya dijadikan atau dihubungkan sebagai bukti bahwa nabi SAW berguru pada Waraqah untuk mencontek Alkitab. Ini adalah kesalahan tafsir dan anggapan yang mengada-ada.


Alkitab melarang mengajarkan doktrin kepada non Yahudi:


Bukti sejarah menunjukkan bahwa orang Yahudi (bahkan nasrani) sangat ketat memelihara sumber pengajaran mereka:

nehemia 13:1-3
13:1 Pada masa itu bagian-bagian dari pada kitab Musa dibacakan dengan didengar oleh rakyat. Didapati tertulis dalam kitab itu, bahwa orang Amon dan orang Moab tidak boleh masuk jemaah Allah untuk selamanya.
13:3 Ketika mereka mendengar pembacaan Taurat itu mereka memisahkan semua peranakan dari orang Israel.


1 timotius
1:3 Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain
1:4 ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman.

 titus
 1:14 dan tidak lagi mengindahkan dongeng-dongeng Yahudi dan hukum-hukum manusia yang berpaling  dari kebenaran.

 

Dari http://www.islamic-awareness.org/Quran/Sources/BBparallel.html

Bawah Kristen di Saudi Ensiklopedia Katolik Baru mengatakan bahwa pada masa Muhammad (P)

    The Hijaz [Arabian peninsula] had not been touched by Christian preaching. Hijaz [Jazirah Arab] tidak pernah disentuh oleh khotbah Kristen. Hence
organisation of the Christian church was neither to be expected nor found. [26] Oleh karena itu organisasi gereja Kristen tidak diharapkan atau ditemukan. [26]


[26] [26] New Catholic Encyclopaedia , 1967, The Catholic University of America, Washington DC, Vol. New Catholic Encyclopaedia, 1967, The Catholic
University of America, Washington DC, Vol. 1, pp. 1, hal. 721-722. 721-722
.

 

 

Artikel terkait:

AlQuran menjiplak Kitab-kitab?

Guntur dan "Pembajakan" Sirah Nabi

 

Counter terhadap buku THE PRIEST AND THE PROPHET/SANG PENDETA DAN SANG NABI/QISS WA NABI

Ok bersambung dulu....